Home » » Penjelasan Mengenai Format Paket IPv4

Penjelasan Mengenai Format Paket IPv4

Posted by Tutorial Programming on Kamis, 31 Mei 2012


Paket-paket data dalam protokol IP dikirimkan dalam bentuk datagram. Sebuah datagram IP terdiri atas header IP dan muatan IP (payload). Header IP menyediakan dukungan untuk memetakan jaringan (routing), identifikasi muatan IP, ukuran header IP dan datagram IP, dukungan fragmentasi, dan juga IP Options. Sedangkan payload IP berisi informasi yang dikirimkan. Payload IP memiliki ukuran bervariasi, berkisar dari 8 byte hingga 65515 byte. Sebelum dikirimkan di dalam saluran jaringan, datagram IP akan “dibungkus” (encapsulation) dengan header protokol lapisan antarmuka jaringan dan trailer-nya, untuk membuat sebuah frame jaringan. Setiap datagram terdiri dari beberapa field yang memiliki fungsi tersendiri dan memiliki informasi yang berbeda – beda.

Header IP terdiri atas beberapa field sebagai berikut:
a.       Version. Digunakan untuk mengindikasikan versi dari header IP yang digunakan.
b.      Internet Header Length. Digunakan untuk mengindikasi ukuran header IP.
c.       Type of Service. Field ini digunakan untuk menentukan kualitas transmisi dari sebuah datagram IP.
d.      Total Length. Merupakan panjang total dari datagram IP, yang mencakup header IP dan muatannya.
e.       Identification. Digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah paket IP tertentu yang akan difragmentasi..
f.       Flags. Berisi dua buah flag yang berisi apakah sebuah datagram IP mengalami fragmentasi atau tidak.
-          Bit 0 = reserved, diisi 0.
-          Bit 1 = bila 0 bisa difragmentasi, bila 1 tidak dapat difragmentasi.
-          Bit 1 = bila 0 fragmentasi berakhir, bila 1 ada fragmentasi lagi.
a.       Fragment Offset. Digunakan untuk mengidentifikasikan offset di mana fragmen yang bersangkutan dimulai, dihitung dari permulaan muatan IP yang belum dipecah.
b.      Time to Live. Digunakan untuk mengidentifikasikan berapa banyak saluran jaringan di mana sebuah datagram IP dapat berjalan-jalan sebelum sebuah router mengabaikan datagram tersebut.
c.       Protocol. Digunakan untuk mengidentifikasikan jenis protokol lapisan yang lebih tinggi yang dikandung oleh muatan IP.
d.      Header Checksum. Field ini berguna hanya untuk melakukan pengecekan integritas terhadap header IP.
e.       Source IP Address. Mengandung alamat IP dari sumber host yang mengirimkan datagram IP tersebut.
f.       Destination IP Address. Mengandung alamat IP tujuan ke mana datagram IP tersebut akan disampaikan


0 comments:

Posting Komentar